Home Business Trade Expo Indonesia (TEI) ke-35 Usung Tema “Sustainable Trade in the Digital...

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-35 Usung Tema “Sustainable Trade in the Digital Era”

Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 dilaksanakan virtual menampilkan para exhibitor lokal
Opening Ceremony Trade Expo Indonesia Virtual Events (TEI-VE) ke-35 | Foto: Dok. PT Debindomulti Adhiswasti

Highlight.ID – Digelar untuk yang ke-35 kalinya, Trade Expo Indonesia (TEI) kali ini digelar secara virtual. Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) yang berlangsung tanggal 10 – 16 November 2020 mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para eksportir. Sejak diluncurkan secara resmi pada 21 September 2020, sebanyak 690 pelaku usaha mengisi stan pameran. Jumlah peserta itu melebihi target yang semula ditetapkan sebanyak 300 pelaku usaha.

Pada acara Opening Ceremony TEI-VEI 2020, Selasa 10 September 2020, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, “Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) ke-35 tahun ini merupakan upaya pemerintah mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk lokal ke pasar global dengan mengoptimalkan teknologi digital di masa pandemi Covid-19. Tujuannya, untuk terus mendorong kinerja ekspor nasional.”

Baca Juga:
Ajak Pelaku Usaha untuk Berinovasi, Jokowi Buka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-35

Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 dilaksanakan virtual menampilkan para exhibitor lokal
Opening Ceremony Trade Expo Indonesia Virtual Events (TEI-VE) ke-35 | Foto: Dok. PT Debindomulti Adhiswasti

“TEI-VE ke-35 yang digelar secara virtual kali ini diharapkan dapat memberikan kontribusi p ada peningkatan ekspor Indonesia ke pasar global di masa pandemi Covid -19. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pengembangan jejaring bisnis dan investasi bagi pelaku usaha dengan menyajikan produk-produk unggulan Indonesia,” kata Agus.

Presiden Jokowi dalam sambutannya sebelum membuka TEI-VE ke-35 berharap agar pameran dagang seperti TEI-VE harus dijalankan sebaik-baiknya dengan kreativitas untuk mendukung keunggulan produk-produk Indonesia guna menjangkau konsumen dan pasar seluas-luasnya.

“Kita harus bergerak cepat, gesit, dan responsif menangkap peluang di tengah tantangan perdagangan global saat ini. Pameran produk ekspor yang setiap tahun dilaksanakan, dan tahun ini TEI-VE ke-35 harus betul-betul mampu menghasilkan transaksi ekspor yang tinggi untuk menggerakkan roda perekonomian,” ujar Jokowi.

Baca Juga:
Pameran Indocraft 2020, Ajang Perajin (UKM) untuk Perluas Jaringan Pemasaran

Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 dilaksanakan virtual menampilkan para exhibitor lokal
Opening Ceremony Trade Expo Indonesia Virtual Events (TEI-VE) ke-35 | Foto: Dok. PT Debindomulti Adhiswasti

Mengusung tema “Sustainable Trade in the Digital Era”, TEI-VE ke-35 yang merupakan pameran dagang terbesar di Asia Tenggara dilaksanakan secara virtual untuk pertama kalinya menggunakan teknologi informasi terkini. Hal ini merupakan upaya Kementerian Perdagangan mentransformasi sistem pelaksanaan pameran dagang yang semula dilakukan secara tatap muka beralih pada penyelenggaraan secara daring sesuai protokol kesehatan.

Mendag Agus juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan dari Kementerian Luar Negeri, para perwakilan perdagangan di luar negeri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, kamar dagang negara-negara mitra, dan seluruh pihak yang telah berupaya maksimal dalam menjaring buyers mancanegara. Hingga 10 November 2020, tercatat sebanyak 3.870 buyers dari 109 negara telah mendaftarkan diri, baik secara langsung melalui perwakilan perdagangan RI di luar negeri, maupun secara daring.

Pada 2019, total transaksi TEI tercatat sebesar USD 10,96 miliar yang terdiri atas transaksi produk (barang dan jasa) sebesar USD 1,54 miliar, transaksi investasi sebesar USD 9,29 miliar, dan transaksi jasa sebesar USD 120,08 juta.

Baca Juga: 40 Kontainer Produk Furniture Rotan Asal Cirebon Diekspor ke 10 Negara

Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 dilaksanakan virtual menampilkan para exhibitor lokal
Opening Ceremony Trade Expo Indonesia Virtual Events (TEI-VE) ke-35 | Foto: Dok. PT Debindomulti Adhiswasti

Mendag juga menyampaikan, Kementerian Perdagangan memberikan apresiasi kepada para pahlawan devisa melalui penganugerahan Penghargaan Primaniyarta bagi 19 eksportir terbaik. Para pahlawan devisa tersebut, telah berkontribusi terhadap kinerja neraca perdagangan Indonesia. Pada Januari—September 2020 neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD 13,51 miliar. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan pada 2017 yaitu sebesar USD 11,84 miliar yang merupakan nilai surplus tertinggi sejak 2012.

“Tren positif ini tentu tidak lepas dari peran vital para pelaku usaha. Kami ucapkan terima kasih karena mereka tetap mampu menjaga kinerja di masa pandemi Covid-19,” ucap Agus.

Selanjutnya, Mendag Agus juga menyampaikan apresiasi kepada PT Debindo selaku penyelenggara acara dan kepada para sponsor. “Kesuksesan penyelenggaraan TEI tahun lalu merupakan wujud kolaborasi pemerintah dan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. Semoga kesuksesan TEI akan kembali terwujud pada penyelen ggaraan tahun ini,” ujarnya.

Penandantanganan Nota Kesepahaman Kemendag dan Kadin Indonesia

Pada pembukaan TEI-VE ke-35 tersebut, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) “Pengembangan Ekspor ke Australia melalui Pemanfaatan Trading House”. MoU ditandatangani oleh Dirjen PEN Kasan dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja, dengan disaksikan Menteri Perdagangan.

Dirjen PEN Kasan menjelaskan, tujuan kerja sama ini adalah mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia ke Australia sebagai implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Nota kesepahaman ini diharapkan dapat meningkatkan peran para usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dalam meningkatkan ekspor nasional. Pemerintah memiliki komitmen besar bersama-sama dengan mitra strategis untuk mengimplementasikan butir-butir cakupan kerja sama sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sehingga mampu meningkatkan ekspor nasional yang berdaya saing,” ujar Kasan.