Home Beauty Derma Growth Factor (DGF), Menghaluskan Kulit dengan Hasil Permanen

Derma Growth Factor (DGF), Menghaluskan Kulit dengan Hasil Permanen

jenis macam perawatan treatment klinik kecantikan beauty aesthetic doctor dokter layanan konsultasi derma growth factor dgf pengertian apa itu manfaat definisi kegunaan kelebihan kelemahan kekurangan kesehatan aman serum bahan bagus atau tidak aman

Highlight.IDKulit yang sehat dan halus merupakan dambaan setiap insan, baik wanita maupun pria. Namun, sejalan dengan bertambahnya usia, kulit mengalami permasalahan yang tidak diinginkan seperti munculnya kerutan halus, noda hitam atau flex hingga bekas luka maupun jerawat di permukaan kulit.

Salah satu metode perawatan kulit yang dapat mengatasi berbagai permasalahan tersebut yakni Derma Growth Factor (DGF). Selain dapat mengatasi permasalahan kulit, DGF juga dapat memperbaiki tekstur kulit dengan cara merangsang pertumbuhan sel-sel kulit baru.




Pengertian Derma Growth Factor

Terdiri dari dua kata yakni “Derma” dan “Growth Factor”, DGF merupakan tindakan menggunakan alat berupa Dermapen dengan teknik microneedling dan serum. “Derma” itu sendiri diambil dari kata “dermal” yang artinya “kulit” sedangkan “Growth Factor” berarti “factor pertumbuhan”.

dr. Gabriella Clarisa W., Dokter Estetika Revelin Aesthetic, ketika ditemui Highlight.ID di kawasan Seturan, Sleman, Yogyakarta mengatakan, “Derma Growth Factor adalah tindakan untuk menciptakan lapisan kulit yang baru, menstimulasi, merangsang pertumbuhan sel-sel kulit yang baru. Hasil yang didapatkan adalah kulit yang lebih lembut, lebih halus, kerutan-kerutan halus di permukaan kulit juga mulai samar-samar. Kalo ada flex bisa pudar, memudarkan bekas jerawat dan bekas luka juga.”

Baca juga:

Ia menambahkan bahwa proses pengerjaan DGF yaitu di bagian atas dermis dan epidermis dengan menggunakan teknik microneedling. “Beda sama suntik dengan jarum, teknik microneedling ini, needle yang digunakan bener-bener micro sekali, sangat kecil. Dan kedalamannya biasanya kita pake sekitar 0,7 sampai 1 milimeter.” ujar dr. Gabriella.

Alat yang dipakai yakni Dermapen dengan teknik mironeedling memiliki efek getar. “Jadi ada efek getarnya sehingga ketika dikerjakan pun itu akan mengurangi nyeri di pasien. Nyerinya minimal sampai tidak ada. Lagipula sebelum dikerjakan biasanya kita oles krim anestesi dulu untuk mengurangi rasa sakit.” tambahnya.

Manfaat Derma Growth Factor

DGF memiliki berbagai manfaat seperti memperbaiki garis-garis halus. Selain itu, DGF mampu mengurangi kerutan-kerutan halus di permukaan kulit terutama di area sekitar mata (periorbital). Lebih lanjut, dr. Gabriella menjelaskan, “Jadi area sekitar mata itu kan kerutan mulai muncul, ya. Nah, dengan melakukan tindakan Derma Growth Factor ini, akan mengurangi kerutan-kerutan halus itu.”

Ia menekankan bahwa DGF berfungsi untuk memperbaiki tekstur kulit di bagian permukaan. “Derma Growth Factor ini nggak cuma di wajah, jadi di (bagian) badan (seperti) tangan dan kaki itu juga bisa”, jelas dr. Gabriella.

Menurut dr. Gabriella, pasien dapat langsung merasakan manfaat DGF setelah melakukan perawatan 1 kali dengan hasil yang permanen. Namun untuk hasil yang lebih maksimal, tindakan DGF dilakukan lebih dari sekali dengan interval minimum 2 minggu. Meski demikian, perawatan dengan DGF bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kelonggaran waktu pasien.


“Itu (Derma Growth Factor) akan terus meningkat, memperbaiki tekstur kulit asalkan perawatan (kulit) dilakukan dengan baik setiap harinya, terutama untuk kasus yang pori-pori besar,” kata dr. Gabriella.

Ia menjelaskan bahwa salah satu permasalahan kulit yang paling sensitif yaitu pori-pori besar. Ketika manusia lahir, pori-pori masih dalam kondisi normal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pori-pori menjadi membesar akibat aktivitas sehari-hari dan perawatan wajah yang tidak tepat seperti misalnya saat melakukan facial, cuci muka dengan menggunakan air hangat atau sauna dengan uap panas.

Ketika pori-pori membesar, maka hal tersebut akan mempengaruhi penampilan wajah secara keseluruhan. Produksi minyak pun menjadi berlebih yang mengakibatkan munculnya jerawat yang tidak diinginkan. “Nah dengan Derma Growth Factor, itu (kondisi kulit) bisa kita kita perbaiki untuk menormalkan pori-pori.” tutur dr. Gabriella.

Kelebihan Derma Growth Factor

Berbeda dengan treatment lain yang sejenis, DGF menggunakan serum dengan kandungan polipeptida yang disebut dengan Serum Growth Factor. Polipeptida merupakan protein-protein yang berperan dalam regulasi proses pertumbuhan sel secara fisiologis.

dr. Gabiella memaparkan bahwa Dermapen dengan teknik microneedling dapat merangsang pertumbuhan kolagen atau sel-sel kulit baru. Ditambah lagi, penggunaan Serum Growth Factor yang dapat menghaluskan permukaan kulit dan mengurangi kerutan lebih baik lagi.

jenis macam perawatan treatment klinik kecantikan beauty aesthetic doctor dokter layanan konsultasi derma growth factor dgf pengertian apa itu manfaat definisi kegunaan kelebihan kelemahan kekurangan kesehatan aman serum bahan bagus atau tidak aman
dr. Gabriella Clarisa W., Dokter Estetika Revelin Aesthetic | Foto; Dok. Highlight.ID

Menurut dr. Gabriella, pasien yang membutuhkan treatment dengan DGF yaitu yang memiliki kulit kering dan kulit tipis. “Dengan Derma Growth Factor kelembaban kulit akan lebih terjaga, jadi untuk kulit kering itu sangat dibutuhkan.” tambahnya. Selain itu, DGF juga dapat mengembalikan ketebalan kulit.

DGF dapat memberikan beberapa manfaat sekaligus selama tindakan yang dilakukan masih berada di bagian tubuh yang sama. Misalnya, pasien yang memiliki permasalahan pori-pori besar dan flex di wajah dapat melakukan tindakan DGF dalam satu kali treatment tanpa harus menambah biaya lagi.

Tahapan Derma Growth Factor

Tindakan Derma Growth Factor dimulai dengan membersihkan wajah terlebih dahulu dengan micellair water. “Jadi pertama, wajah akan dicuci dulu dengan micellair water untuk membersihkan makeup kalo dia (pasien) pake makeup, kalo nggak langsung dicuci pake sabun.” jelas dr. Gabriella.

Setelah wajah dibersihkan dan dikeringkan, lalu dioleskan krim anestesi dan ditutup dengan plastic wrap. Menurut dr. Gabriella, anestesi topical tersebut akan bekerja optimal setelah 60 menit. Kemudian, anestesi itu diangkat lalu dibersihkan dengan alkohol 70% sekali usap untuk mensterilkan. wajah. “Karena kalo kita tidak melakukan dengan tindakan sterilisasi, risiko infeksinya besar.” jelas dia.

Kemudian, microneedling baru yang masih steril dipasangkan pada alat Dermapen. Dokter yang menangani akan melakukan teknik microneedling pada kulit wajah pasien secara merata. Terakhir, Serum Growth Factor dengan takaran bervariasi, tergantung luas area kulit yang ingin diberi tindakan DGF, dioleskan ke kulit wajah atau bagian tubuh pasien.


Serum Growth Factor itu sendiri terdiri dari 4 jenis yaitu Epidermal Growth Factor (EGF), Fibroblast Growth Factor, Hepatocyte Growth Factor (HGF), dan Insulin-like Growth Factor (IGF). Keempat jenis serum tersebut merupakan kombinasi untuk biosintesis pembentukan kulit baru.

“Dalam satu serum sudah mencakup keempatnya, bersinergi satu dengan yang lain untuk membentuk kolagen baru, fibroblast baru di bawah kulit sehingga kulit jadi lebih kenyal.” jelas dia.

dr. Gabriella menyarankan agar 8 jam pertama setelah tindakan DGF, wajah atau bagian tubuh pasien yang diberi tindakan DGF jangan dicuci dulu agar Serum Growth Factor yang memiliki molekul besar bisa benar-benar meresap ke dalam kulit. Selain itu, selama 8 jam pertama, pasien disarankan untuk tidak mengoleskan krim atau serum lain.

Serum Growth Factor ini diformulasikan secara khusus agar mudah masuk ke dalam kulit pasien. Adapun microneedling berfungsi membuka stratum corneum (lapisan terluar epidermis) supaya Serum Growth Factor bisa masuk ke dalam kulit secara pelan-pelan.

Baca juga:

Menurut dr. Gabriella, setelah perawatan ini, bagian tubuh yang dilakukan tindakan DGF akan berwarna pink atau agak kemerahan. Adapun warna pink atau kemerahan yang timbul tersebut merupakan hasil yang diharapkan, bukan efek samping. Risiko yang dapat terjadi adalah infeksi jika tindakan tidak dilakukan secara steril.

“Jadi saya selalu menenangkan pasien, kalo habis treatment, nanti ada efek pink atau rada kemerahan. Jangan khawatir, akan hilang dalam 2 sampai 3 hari.” ungkap dr. Gabriella.

DGF yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit dapat berdiri sendiri maupun dikombinasikan dengan treatment lain seperti Lighting Mask untuk membantu merangsang pembentukan kolagen baru. “Tindakan DGF ini sebenarnya tidak hanya untuk kulit wajah atau kuit badan aja, bisa juga untuk area kulit kepala. Jadi dia (DGF) bisa untuk mengatasi kerontokan rambut atau mengurangi kebotakan rambut. Cuman nanti serumnya beda, Serum Growth Factor tapi untuk rambut.” jelas dr. Gabriella.

dr. Gabriella menerangkan bahwa DGF cocok untuk semua jenis kulit kecuali kulit pasien memiliki jerawat aktif atau infeksi pada kulit karena jamur, virus atau bakteri. Setelah jerawat mengering atau membekas, baru bisa dilakukan tindakan DGF. Meski demikian, pasien bisa melakukan treatment lain untuk mengatasi jerawat aktif tersebut.



Artikel Menarik:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here