Home Beauty Perawatan Vagina dengan Laser, Apa Sajakah Manfaatnya?

Perawatan Vagina dengan Laser, Apa Sajakah Manfaatnya?

Perawatan vagina dengan teknologi mesi terkini memberikan manfaat seperti meremajakan organ intim kewanitaan
Ilustrasi

Highlight.ID – Usia yang terus bertambah membuat vagina wanita menjadi kendur. Apalagi wanita yang pernah melahirkan, memasuki masa menopause, otot-otot vaginanya akan melemah karena berkurangnya kolagen. Tentu saja, hal itu akan mengganggu kenikmatan saat berhubungan seksual dengan suami tercintanya.

Masalah di sekitar area kewanitaan dapat menjadi beban pikiran apabila tidak ditangani segera. Teknologi laser terkini menawarkan solusi yang diklaim mampu mengencangkan otot-otot vagina yang sebelumnya mengendur sehingga kualitas hidup dapat meningkat. Perawatan tersebut disebut dengan laser vagina tightening (LVT).




dr. Nuri Usman, Sp.Dv., Dokter Spesialis Dermatoveneorologi Zap Premiere Yogyakarta menerangkan, “Laser vagina tightening artinya yaitu laser pada area vagina yang bertujuan untuk mengencangkan. Metode yang kita pakai adalah laser erbium (Er: YAG laser) dengan 2 tahapan.” Adapun mesin yang sering dipakai untuk mengencangkan vagina yaitu Laser Fotona SP Dynamis.

Manfaat Laser Vagina Tightening

“Manfaatnya itu sangat banyak terutama untuk pasien-pasien yang memiliki keluhan di area vagina terutama yang biasanya nyeri pada saat berhubungan (seksual) akibat (vaginanya) kering. Kemudian ada keluhan beser, kemudian ada keluhan kendur pada area vaginanya,” jelas dr. Nuri kepada Highlight.ID.

Baca Juga: Kenali Perawatan Noninvasif untuk Mengencangkan Kulit Wajah





“Nah, itu tujuannya itu adalah untuk mengencangkan, memperbaiki otot-otot vagina. Vagina dengan liang berkemih itu sangat dekat ya. Jadi kalo ada masalah otot di daerah vagina itu akan mempengaruhi bagian atasnya juga. Ketika kita laser, dia akan berdampak juga pada otot yang namanya orificium urethra externa,” tambahnya.

Selanjutnya, dr. Nuri memaparkan, “Orificium urethra externa itu adalah otot bagian luar untuk mengontrol kencing. Nah, kalo kita laser pada pasien yang memiliki keluhan beser atau inkontinensia urine, itu juga akan (mengatasi) keluhan itu.” Gejala inkontinensia urine sering dialami wanita yang kehilangan kontrol kandung kemihnya. Akibatnya, urin dapat keluar atau menetes dengan sendirinya ketika mereka batuk, bersin atau tertawa.

Selain itu, perawatan ini dapat mempertebal dinding vagina. “Area dinding vagina itu akan menjadi tebal, kemudian memberikan efek, cairannya menjadi lebih moist, jadi lebih lembap. Kalo pasien yang memasuki menopause, vagina itu akan menjadi kering. Nah dengan kita laser, akan meningkatkan produksi sekret (cairan vagina) sehingga menjadi lembap dan tidak kering sehingga ketika berhubungan seksual tidak sakit,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) ini.

Baca Juga: Mengencangkan Otot-otot Dasar Panggul Agar Lebih Mudah Orgasme

Perawatan vagina dengan teknologi mesi terkini memberikan manfaat seperti meremajakan organ intim kewanitaan
dr. Nuri Usman, Sp.Dv. (Dokter Spesialis Dermatoveneorologi Zap Premiere Yogyakarta) | Foto: Highlight.ID

Pasien yang mengalami menopause, vaginanya kering karena fakor hormonal yang menyebabkan produksi sekret berkurang. Fungsi sekret itu sendiri di antaranya yakni sebagai lubrikasi, proteksi terhadap infeksi dan iritasi, dan menjaga kesehatan jaringan vagina. Perawatan laser membuat produksi sekret wanita yang mengalami menopause menjadi lebih normal.

Menurunnya kadar estrogen dalam tubuh membuat dinding vagina menjadi lebih kering dan tipis atau disebut dengan atrofi vaginal. Setelah dilakukan tindakan laser, maka dinding vagina menjadi lebih tebal dan lembap.

Tahapan Laser Vagina Tightening

Sebelum melakukan perawatan laser vagina tightening, pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu ke laboratorium atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn). “Pap smear itu memeriksa sel di serviks untuk melihat selnya itu normal atau tidak sehingga kita bisa tahu bahwa ini tidak ada keganasan, tidak ada infeksi, dan tidak ada luka di area vagina,” katanya.

Baca Juga: Mengurangi Lemak Tubuh dengan X Wave, Vanquish ME, dan Exilis Elite

Kalo ternyata hasil pemeriksaan pap smear mendapatkan adanya indikasi keganasan atau infeksi pada area vagina, maka perawatan laser vagina tightening tak dapat dilakukan. “Kalo misalnya ada keganasan maka akan terjadi risiko perdarahan saat kita memasukkan speculum. Nah, itu tidak kita inginkan,” tambah dr. Nuri.

Minimal tiga hari sebelum perawatan, pasien harus memenuhi syarat yakni ‘absen’ alias tidak melakukan hubungan seksual. dr. Nuri menerangkan, “Alasannya adalah supaya daerah vagina itu tetap bersih dan tidak terkontaminasi dengan sperma. Supaya daerah vaginanya itu waktu kita laser, itu benar-benar maksimal, kena ke dinding vaginanya dan otot-otot daerah sekitarnya. Jadi nggak ada yang mengganggu.”

“Sebelum dilakukan LVT, kita anestesi, melakukan pembiusan dengan krim topikal. Jadi tidak disuntikkan tapi (diberi) krim dulu kurang lebih 30 menit di daerah luar vagina. Kemudian, sebelum melakukan LVT, kita akan memeriksa dulu dengan speculum melihat apakah di dalam vaginanya itu adakah luka atau polip,” terang wanita kelahiran Medan ini.



Baca Juga: Cara Merawat Vagina Agar Lebih Bersih dan Sehat

Dalam penjelasannya, dr. Nuri mengatakan bahwa tahapan laser vagina tightening itu ada dua. Tahapan pertama yakni dengan memasukan speculum laser ke dalam vagina. Prosedur ginekologis ini didasarkan pada penemuan bahwa pengiriman urutan panas yang optimal ke mukosa vagina menghasilkan penguatan dan peremajaan (rejuvenation) dinding vagina.

Bagian vagina paling dalam ditembakkan laser terbilih dahulu baru kemudian ke area terluar. Alat speculum laser dirotasi sebanyak tiga kali berdasarkan sudut tertentu sehingga mampu menjangkau dinding vagina secara keseluruhan. “Tujuannya menebalkan dinding-dinding vagina sehingga sekretnya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Tahapan kedua, yakni dengan menembakkan laser di bagian luar organ kewanitaan. Fungsinya adalah untuk mengencangkan otot-otot daerah luar vagina. “Inilah fungsinya kita anestesi, supaya (tahapan) laser yang kedua, dia tidak terasa sakit,” kata dr. Nuri.

Baca Juga: Menghilangkan Bulu-bulu Tubuh yang Mengganggu dengan Mesin Laser

Ketika speculum masih berada di bagian dalam vagina, pasien tidak merasakan apapun. Kalaupun terasa hangat, masih bisa ditoleransi. Namun ketika speculum laser makin keluar hingga bibir vagina, pasien akan merasakan panas. Perawatan laser vagina tightening memakan waktu kurang lebih 40 menit hingga 1 jam.

Setelah Perawatan

“Setelah menyelesaikan semua prosedur laser, pasien biasanya akan merasakan sedikit tidak nyaman di area vaginanya. Tetapi, itu hanya bersifat sementara. Paling lama 3 sampai 5 hari merasa seperti ngilu, tapi sebenarnya itu merupakan proses penyembuhan dari (perawatan) laser ini. Saat penembakan laser itu sendiri tidak ada area yang terluka. Jadi, tidak perlu khawatir, tidak ada perdarahan juga,” ujar dr. Nuri. Menurut nya, setiap alat yang dipakai terutama speculum sudah disterilkan baik sebelum maupun sesudah perawatan.

Baca Juga: Sst, Ini Lho Perawatan Kecantikan untuk Organ Intim Wanita

Perawatan laser vagina tightening diperuntukkan bagi kaum perempuan yang pernah melahirkan secara normal dan mempunyai masalah dengan organ intimnya. “Kenapa dianjurkan kepada wanita yang sudah pernah melahirkan normal? Karena waktu melahirkan ada proses perobekan dinding vagina bagian luar, kemudian ada penjahitan. Nah, proses penyembuhan itu terkadang tidak kembali sempurna,” terang dia.

dr. Nuri menuturkan, “Kita (lakukan tindakan) LVT, diharapkan otot vaginanya menjadi lebih kencang, dinding vaginanya menjadi lebih tebal sehingga tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas seksual. Kemudian juga berdampak pada meningkatkan kualitas hidup pasien yang memiliki keluhan di area vagina.”

Setelah melakukan perawatan ini, pasien tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual selama kurang lebih 2 minggu. Hal itu bertujuan agar proses penyembuhan setelah perawatan berjalan dengan baik. “Setelah (perawatan) laser, dalam waktu 3 sampai 5 hari, ada proses downtime yaitu proses penyembuhan. Pasien akan merasa tidak nyaman seperti ngilu-ngilu. Setelah masa downtime, ada masa penyembuhan lagi selama 7 hari.”

Apabila pasien melakukan sesuai anjuran dokter, maka ia akan dapat merasakan manfaatnya segera. dr. Nuri menuturkan, “Biasanya hasilnya sangat memuaskan. Untuk LVT sendiri, sekali treatment, pasien akan langsung merasakan efeknya. Nggak butuh treatment berulang sebenarnya. Dalam sekali treatment, pasien akan langsung merasakan (manfaatnya), tapi dari Fotona-nya sendiri menganjurkan harus diulang 3 kali selama rentang waktu 4 minggu untuk mendapatkan hasil yang benar-benar diharapkan.”